Media Jaringan

Media Jaringan adalah media yang terhubung dengan Jaringan dan Perangkat Keras yang dibutuhkan untuk membangun sebuah komputer baik hardware maupun software, yaitu minimal dua buah komputer, Network inteface card, serta perangkat lain seperti hub, repeater, router, bridge, file server, dan media tranmisi.

DHCP

DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client.

Subnetting

Subnetting adalah suatu proses untuk memecah suatu jaringan IP jaringan ke Sub Jaringan yang lebih kecil atau juga dapat diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP address.

Protokol Jaringan

Protokol Jaringan Komputer adalah aturan agar device satu dengan device yang lain dapat saling berkomunikasi sesuai system jaringan komputer yang ada.

Layer Network

Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini.

Pages

Sabtu, 28 Mei 2016

SUBNETTING

Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet." Setiap subnet deskripsi non-fisik (atau ID) untuk jaringan-sub fisik (biasanya jaringan beralih dari host yang mengandung satu router -router dalam jaringan multi).

Mengapa harus melakukan subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
  • Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  • Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara yaitu binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24. Penjelasanya adalah bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Kenapa bisa seperti ?maksud /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.



1. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 10.0.0.0/16.

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Analisa:

10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.


2. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS172.16.0.0/18 dan 172.16.0.0/25.

 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

>> Contoh network address 172.16.0.0/18

Analisa:

172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
>> Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa:

172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)

3. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS192.168.1.0/26

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Analisa :

192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan :

Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.


Sumber : http://www.javanetmedia.com/

Network Layer

Network layer berfungsi untuk mengendalikan operasi subnet dengan meneruskan paket-paket dari satu node ke node lain dalam jaringan. Masalah desain yang penting adalah bagaimana cara menentukan route pengiriman paket dari sumber ketujuan nya.

Route dapat didasarkan pada tabel statstik yang dihubungkan ke network. Route juga dapat di tentukanpada saat awal percakapan, misalnya session terminal. Route juga sangat dinamik, dapat berbeda dari setiap paketnya, dan karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu.

Bila pada saat yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket maka ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba pada saat bersamaan. Hal ini dapat mnyebabkan terjadinya bottleneck (penyempitan dibagian ujung, seperti lher botol) . Pengendalian kemacetanseperti itu juga merupakan tugas network layer.

Karena operator subnet mengharap bayaran yang baik atas tugas pekerjaannya, seringkali terdapat beberapa fungsi accounting pada network layer. Untuk membuat sebuah paket atau karakter atau bityang dikirimkan setiap pelanggan nya. Accounting dapat menjadi rumit bilamana sebuat paket melintas batas negara yang memiliki tarif yang berbeda.

Perpindahan dari satu jaringan ke jaringan yang lain nya juga dapat menimbulkan masalah yang tidak sedikit. Cara pengalamatan yang digunakan oleh sebuah jaringan dapat berbeda dengan cara yang dipakai leh jaringan lainnya. Suatu jaringan mungkin tidak dapat menerima paket sama sekai karen ukuran paket yang terlalu besar. Protokolnya pun bisa berbeda. Demikian juga dengan yang lainnya. Network  layer telah mendapat tugas untuk mengatasi semua masalah seperti ini sehingga memungkinkan jaringan-jaringan  yang berbeda untuk saling terinterkoneksi.

Referensi : Melwin Syafrizal, Pengantar Jaringan Komputer Edisi I,Yogyakarta; ANDI, 2009

Network layer
 
Jaringan kabel data menggunakan IP untuk komunikasi dari kabel modem ke jaringan. The internet engineering task force (IETF) bentuk dasar DHCP untuk semua tugas pengalamatan IP dan administrasi didalam jaringan kabel. System translasi pengalamatan jaringan (NAT) dapat digunakan untuk menempatkan multiple computer yang menggunakan akses tunggal kecepatan-tinggi melalui kabel modem.

Referensi :  Arief Hamdani Gunawan, Komunikasi data via cable Network,Jakarta; Salemba Teknika, 2004

Network layer bertanggung jawab untuk :
  • Melakukan mekanisme routing melelaui internetwork. Router merupakan device yang berfungsi membawa trafik antar host yang terletak dalam network yang berbeda.
  • Mengelola sistem pengalamatan logika terhadap jaringan computer.
Pada network layer terdapat dua jenis packet , yakni :
  • Packet data , digunakan  untuk membawa data milik user dikirimkan melalui jaringan dan protocol yang digunakan untuk mengelola packet data disebut Routed Protocol. Contoh protocol  yang tergolong kedalam routed protocol antara lain IP dan IPX.
  • Routed Update Packet, digunakan untuk meng-update informasi yang terdapat dalam routing table milik router yang terhubung dengan router lainya. Protocol  yang mengelola routing table disebut dengan Routing Protocol.  contoh protocol yang tergolong dalam routing protocol antara lain RIP, IGRP, OSPF, dan sebagainya.
Beberapa contoh protocol yang bekerja di Network Layer  adalah sebagai berikut :
  • DDP (Delivery Datagram Protol), merupakan protocol transport yang biasa digunakan oleh jaringan computer Apple.
  • IP (Internet Protocol ), bagian dari protocol TCP / IP yang menyediakan informasi routing dan system pengalamatan logika.
  • IPX (Internetwork Packet eXchange) dan NWlink merupakan protocol yang disediakan oleh system operasi Netware yang dibuat oleh Novell, digunakan untuk routing packet.
  • NetBEUI dibangun oleh IBM dan Microsoft, menyediakan layanan transport untuk NetBIOS.
Referensi : Zaenal Arifin, Langkah mudah membangun jaringan computer, Yogyakarta; ANDI, 2005

Network Layer

I.     Pendahuluan
Network layer menerima data dari Data Link berupa kumpulan frame, kemudian mengubahnya kedalam bentu “ paket”. Kumpulan paket akan diserahkan oleh network layer kepada transport layer. Network layer memegang kendali pengontrolan data paket yang diserhkankepada data link dengan cara mencari route mana yang paling efisien da efektif dan memberitahukan data link untuk dilaksanakan. Jika data bergerakantar network maka network layer juga mengendalikannya dengan system internetworking.

Fungsi Utama Network Layer :       
1.      Melayani transport layer
2.      Mengatur routing, Addressing dan congestion
3.      Network acces
4.      Internetworking
5.      Mengontrol operasi komunikasi dari host ke IMP
6.      Packet synchronisasi
7.      Membuat virtual circuit dengan member logical channel number

II.  Melayani Transport Layer

 
·      Connection Oriented            Contohnya virtual circuit untuk packet data
  • Memerlukan established link
  • Packet tetap terjaga dalam susunannya (FCS)
  • Datangnya packet berurutan
  • Lebih diutamakan pada pemakaian yang reliabilitas jaringannya tetap bekerja

·      Connectionless oriented           contohnya diagram
  • Tidak memerlukan established link
  • Packetnya diperlukan secara individu
  • Ada kemungkinan datangnya packet tidak berurutan
  • Layer diatasnya harus melakukan flow dan error control

Fungsi layer dalam menangani jaringan
1.      Access ke jaringan
a.       Circuit switched network
b.      Packet swirched network
c.       Broadcast network
d.      Point to point links
e.       Multiple networks

Memilih Routing

a.       Kriteria pemilihan performance routing
“ Semakin pendek jalur yang diambil semakin baik performancenya”
  • Jumlah Hop yang dilewati sependek mungkin
  • Pilih route cost yang minimal
  • Delay time yang terjadi harus sekecil mungkin
  • Arsitektur jaringan (packet atau datagram)
  • Model systemnya (didtribusi atau central)
  • Through put max
  • None (pokoknya sampai)


b.   Addressing
Untuk transfer data dari DTE1 dan DTE2 ada identifikasi yang unik yaitu addressing atau NSAP ( Network Service Acces Pointer). Dengan addressing maka DTE pada subset network akan meneruskan ke DTE tujuan.
Format NSAP :
            AFI     : Authority & Format identifier
                          Menyatakan type dan alamat yang tertera pada field DSAP
            ADP    : Domain Spesific Part
                          Merupakan Alamat Paket
            IDI      : Initial Domain  Identifier
                          Berupa informasi tambahan yang ada pada DSP

c.    Congestion
Merupakan salah satu fungsi network layer untuk mengatasi kemacetan yang terjadi. Selain routing dan control traffic maka pencegahan dilakukan bila terjadi deadlock dalam jaringan.

III. Network Access Protokol
a. Berperan sebagai interface
b. Berperan sebagai front end Network
c. Jenis network access protocol
ü  Circuit switch network access
ü  Packet switch network access
ü  Broadcast
ü  Point to point link
ü  Multiple network (internetworking)

Referensi : Jonathan Lucas, Jaringan Komputer, Yogyakarta; Graha ilmu, 2006

Sumber : http://imdi15.blogspot.co.id/

Shared Resources Part 2


Pada postingan kali ini saya akan coba menjelaskan cara melakukan sharing printer di dalam sebuah jaringan LAN, mungkin bagi sebagian sahabat ada yang sudah paham tentang masalah ini, tapi tidak ada salahnya saya sampaikan, semoga pembahasan ini bermanfaat bagi sahabat semua.

Sebelum kita bahas lebih jauh, kita perlu mengetahui ”Apa yang dimaksud dengan sharing printer?”, ”Apa manfaaat yang akan kita dapatkan dengan sharing printer tersebut ?” dan tentunya pertanyaan terakhir yang juga menjadi pokok dari pembahasan posting kali ini adalah ”Bagaimana cara melakukan sharing printer ?”

Jadi yang dimaksud dengan sharing printer (printer sharing) adalah pemakaian sumber daya (dalam hal ini printer) secara bersama, jadi dengan satu printer di dalam suatu network kita dapat memanfaatkannya secara bersama-sama. Sebagai ilustrasi, sebuah divisi di suatu perusahaan memiliki 5 komputer dan 1 printer dimana printer ini terhubung dengan satu komputer sebagai servernya dan 4 komputer lainnya berperan sebagai user, maka dengan disetting print sharing ke 4 komputer yang tidak terhubung langsung dengan printer dapat memanfaatkannya secara bersama-sama.

Beberapa manfaat yang akan kita dapatkan dengan melakukan printer sharing antara lain adalah :
1. Menghemat biaya pembelian printer.
2. Mempermudah jika akan dilakukan maintenance.
3. Memaksimalkan sumber daya jaringan yang kita miliki.
4. Memberikan ruang yang lebih lapang, karena tidak terlalu banyak printer yang di gunakan.

Cara melakukan pengaturan printer sharing yaitu :
1. Melakukan pengaturan pada komputer yang terhubung langsung dengan printer, kita sebut komputer ini sebagai komputer server, dari komputer ini printer akan kita sharing ke komputer lainnya.

Cara yang kita lakukan yaitu :
a. Pastikan printer telah terinstall dengan baik di komputer yang akan menjadi server.
b. Klik Start kemudian pilih Printers and Faxes :
c. Klik kanan ikon pada ikon printer yang kana kita sharing, contoh :

d. Setelah kita klik kanan maka akan muncul tampilan jendela properties dari printer tersebut, kemudian kita pilih Tab Sharing, pada check box share this printer kita isikan nama printer yang akan kita sharing, usahakan nama yang diberikan unik dan menjelaskan jenis printer agar jika suatu saat kita menginstal lebih dari satu printer lebih mudah membedakannya, kemudian klik Apply dan Ok, pengaturan pada server sudah selesai, berikut ini tampilannya:


2. Pengaturan pada komputer client atau user antara lain :
a. Pada langkah ini sama dengan langkah pertama pada pengaturan sebagai server, yaitu kita klik Start kemudian kita pilih Printers and Faxes, kemudian kita klik Add a Printer :


b. Setelah kita klik Add a printer akan muncul jendela Add Printer Wizard , dan kita Next ,berikut ini tampilannya :


c. Kemudian kita pilih A network printer or a printer attached to another printer setelah itu klik Next :

d. Untuk melakukan pencarian secara otomatis printer yang terkoneksi di jaringan kita pilih Browse a printer dan klik Next

e. Selanjutnya kita pilih komputer client akan terhubung ke komputer server yang mana, sebagai contoh saya akan menghubungkan komputer yang saya gunakan ke WORKGROUP nama komputer server nya VIZAY dan jenis printernya Canon iP1300, kemudian klik Next


f. Berikutnya pilih Yes jika kita akan menjadikan printer tersebut menjadi printer utama dan jika tidak maka pilih No, setelah itu klik Next dan akan muncul tampilan akhir dari proses ini dan klik Finish.


g. Selesai sudah pengaturan Print Sharing, pada jendela Printers and Faxes akan muncul ikon printer sebagai berikut :

Selamat mencoba, mohon maaf jika ada kata yang salah atau penjelasan yang terlewatkan…

Sumber: http://akuyuro.blogspot.co.id

Shared Resources Part 1

Sharing Data/Resource
  • Resource
  • Segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer.
  • Meliputi hardware (contoh : disk, printer, scanner), juga software (berkas, basis data, obyek data).
Pengertian Sharing Data / Resource Sharing Dalam sistem terdistribusi

Resource sharing adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok perpustakaan yang tergabung dalam sebuah konsorsium atau jaringan yang bertujuan untuk meningkatkan layanan dan mengurangi biaya pengembangan koleksi
 
Beberapa komputer yang berbeda saling terhubung satu sama lain melalui jaringan sehingga komputer yang satu dapat mengakses dan menggunakan sumber daya yang terdapat dalam situs lain. Misalnya, user di komputer A dapat menggunakan laser printer yang dimiliki komputer B dan sebaliknya user di situs B dapat mengakses file yang terdapat di komputer A.   ·
Pengaksesan resource pada sistem terdistribusi yang memerlukan:
  • Nama resource (untuk pemanggilan)
  • Alamat (lokasi resource tersebut)
  • Rute (bagaimana mencapai lokasi tersebut)
Name Service memiliki konsentrasi pada aspek penamaan, dan pemetaan antara nama & alamat, bukan pada masalah rute, yang dibahas di Jaringan Komputer. Resource yang dipakai dalam Name Service adalah: komputer, layanan, remote object, berkas, pemakai.
 
Keuntungan Shared Data
  • Mengurangi biaya duplikasi usaha pengumpulan data
  • Aman-menjaga data dalam lingkungan yang aman
  • Back-up data

Kelemahan Shared Data
Kemudahan sharing file dalam jaringan yang ditujukan untuk dipakai oleh orang-orang tertentu, seringkali mengakibatkan bocornya sharing folder dan dapat dibaca pula oleh orang lain yang tidak berhak. Hal ini akan selalu terjadi apabila tidak diatur oleh administrator jaringan.
Sementara data sharing salah satu basis ini menguntungkan, pengarsipan dataset melalui organisasi yang berdedikasi adalah lebih baik.
Pusat data memiliki infrastruktur terpusat dan in-house semua aspek keahlian dalam menelan data, Kurasi, persiapan, dokumentasi, penyimpanan, penyebaran, dukungan pengguna dan promosi. ·

Tujuan Shared Data
Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
 
Manfaat Share Data
Walaupun perangkat sekarang sudah memiliki kemampuan yang cepat dalam proses-proses komputasi, atau misal mengakses data, tetapi pengguna masih saja menginginkan ssitem berjalan dengan lebih cepat. Apabila hardware terbatas, kecepatan yang diinginkan user dapat di atasi dengan menggabung perangkat yang ada dengan sistem.

Contoh shared data
pada WIN XP Tujuan dari teknik sharing ini adalah untuk berbagi akses kepada user lain pada suatu folder atau drive yang anda inginkan. Anda bisa memilih user mana saja yang bisa atau boleh mengakses folder anda dan juga bisa memberikan akses kepada semua orang yang ada pada jaringan atau network anda.
Langkah-langkah :

1. Local sharing Sebenarnya Windows XP telah membuatkan sebuah folder khusus yang bernama Shared Documents. Jika file kita masukkan ke dalam folder tersebut otomatis user lain akan dapat      mengakses   data/file-file kita. C:Documents and SettingsAll Users Documents

2. Sharing data dalam folder > Klik Kanan folder yang ingin dishare > Pilih Sharing and Security > Pada    Network sharing and Security > Beri tanda Check (v) di depan Share this folder on the network >Isikan nama data yang dishare pada Share name: Jika di depan Allow network user to change my files ikut di centang, artinya user lain bisa menambah dan mengurangi file-file yang kita share.

3. Sharing Drive Hampir sama dengan Sharing folder. Klik Kanan drive yang akan dishare > Sharing and Security… > Muncul Jendela Properties dari Drive yang dishare > Klik If you understand the risk but still to share…dst > Selanjutnya persis seperti sharing folder (no. 2 ). dishare dan belum dishare

4. Mengambil data yang di share Untuk dapat mengakses dari folder/drive yang dishare dalam satu area jaringan ada beberapa cara : Melalui Computer Name dan Workgroup > Start > Explore > cari My Network Places > Entire Network > Microsoft Windows Network > cari Nama Workgroup > Klik Computer Name dimana tempat folder di share > Klik double, maka folder yang dishare akan kelihatan. NB. : kita harus berada dalam satu workgroup dan tahu workgroup serta computer name dimana folder dishare. Melalui perintah RUN > Start > Run > ketik \\[computer name] > Enter atau Logo Windows+ R > ketik \\IP Address komputer yang dishare > Enter. Contoh : \\PC01 atau \\10.63.41.101

Sumber : https://miefthacutezz.wordpress.com/